——————————————————–

Aksi pemadaman lampu di DKI Jakarta yang dilakukan pada Sabtu (25/4) dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dalam rangka mengurangi emisi karbon menjadi sangat efektif. Dalam waktu singkat, kegiatan ini berhasil menghemat 77,53 ton CO2e dan menjadi contoh baik bagi masyarakat lainnya untuk menjaga planet.

Pada malam hari yang cerah, warga DKI Jakarta memutuskan untuk tidak menggunakan lampu, mulai dari rumah tangga hingga jalan-jalan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menghadapi perubahan iklim dan mencapai target emisi netto nol pada tahun 2050. “Aksi pemadaman lampu ini tidak hanya menghemat energi, tapi juga membantu mengurangi polusi udara di Jakarta,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Selama aksi pemadaman lampu berlangsung, warga DKI Jakarta pun memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan kegiatan lainnya yang ramah lingkungan. Mereka menghabiskan malam dengan berjalan-jalan di sekitar sungai, berenang di danau, atau sekedar menikmati sunset di tempat-tempat favorit.

Aksi pemadaman lampu ini juga menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk menjaga planet. “Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kita semua dapat berbuat banyak dalam menghadapi perubahan iklim,” ujar Koordinator Aksi Pemadaman Lampu DKI Jakarta.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah mengalami peningkatan suhu udara dan intensitas hujan. Oleh karena itu, aksi pemadaman lampu ini sangat diperlukan sebagai bagian dari upaya masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

**#JakartaMenghilangkanSinar #AksiPemadamanLampu #HutanJadiRumah**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *