Pada tahun 2022, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta mencatat cakupan layanan air bersih di wilayah metropolitan Jakarta meningkat menjadi 81 persen. Kenaikan ini terjadi karena berbagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap air bersih.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk proyek-proyek pengembangan infrastruktur air bersih. Salah satu contoh adalah pembangunan sistem distribusi air bersih di beberapa wilayah Jakarta, seperti Kelurahan Jatinegara dan Kelurahan Pulo Gadung.
Dalam beberapa bulan terakhir, BP BUMD juga telah melakukan berbagai program sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih. Program-program ini melibatkan aktivitas-aktivitas edukatif dan kampanye-kampanye yang membantu masyarakat memahami dampak buruk penggunaan air kemasan terhadap lingkungan.
Kenaikan cakupan layanan air bersih di Jakarta juga dikarenakan perluasan jaringan pipa air bersih yang telah dilakukan pemerintah. Pembangunan jaringan pipa ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap air bersih, khususnya di wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak memiliki akses ke sumber air bersih.
Dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah DKI Jakarta berencana untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih menjadi 90 persen. Untuk mencapai target ini, pemerintah akan terus mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk proyek-proyek pengembangan infrastruktur air bersih dan program-program sosialisasi.
#AirBersihJakarta #LayananKesehatan #PengelolaanSDA