Berbagai siswa di Madrasah Tsanawiyah Al Inayah, Cilegon, mengalami keterlambatan dalam aktivitasnya setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar oleh pihak sekolah. Sebanyak 49 siswa laki-laki dan perempuan dari MTs tersebut dilarikan ke Puskesmas Cilegon untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Menurut sumber, beberapa siswa mengeluhkan gejala kesehatan yang tidak normal setelah makan program MBG. Gejala-gejala tersebut antara lain sakit perut, mual, dan pusing. Kondisi ini membuat orang tua mereka khawatir dan segera menyalakkan Puskesmas Cilegon untuk meminta bantuan.
Puskesmas Cilegon pun langsung mengirimkan tim medis ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengobatan. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis tersebut tidak menemukan adanya penyakit yang parah di antara siswa-siswa tersebut. Namun, mereka masih memerlukan perawatan lebih lanjut dan observasi selama beberapa hari.
Pihak Puskesmas Cilegon juga telah melakukan investigasi untuk mengetahui apa sebabnya gejala-gejala kesehatan yang terjadi di antara siswa-siswa MTs Al Inayah. Mereka masih memerlukan waktu lebih lanjut untuk menyelesaikan investigasi ini.
Kasus ini menjadi perhatian bagi masyarakat Cilegon, karena program MBG adalah program yang dikucurkan oleh pemerintah sebagai bagian dari usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Meningkatnya kasus seperti ini dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap program tersebut.
#Kesehatan #MBG #Pendidikan