Pemerintah telah mengambil keputusan untuk menutup sementara delapan bandar udara hingga pukul 24:00 Minggu malam, sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik yang terjadi di wilayah lain. Kedua bandara utama, Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, diantaranya yang ditutup, untuk mengurangi kerusakan dan risiko keamanan.
Menurut informasi yang diterima, pemerintah telah memberikan instruksi kepada operator bandara untuk menyiapkan transportasi ke bandara alternatif, seperti Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Pondok Cabe. Selain itu, operator bandara juga diinstruksikan untuk meningkatkan keamanan dan keawatannya, serta mengurangi penumpang yang menggunakan bandara.
Pemerintah juga telah mengaktifkan team rescue dan team medical untuk siaga, dalam hal terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Sementara itu, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan berhati-hati saat bergerak di luar rumah.
Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan operator transportasi darat dan laut untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat terjadi. Selain itu, pemerintah juga telah mengaktifkan hotline untuk masyarakat yang memerlukan informasi atau bantuan.
Keputusan menutup bandara ini diambil sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik yang dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan pada aktivitas sehari-hari. Pemerintah berharap dengan keputusan ini, masyarakat dapat terlindungi dan kegiatan sehari-hari dapat berjalan dengan normal.
**#Transportasi #Bandara #Pemulihan**