Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan perlindungan yang efektif terhadap siswa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan ruang belajar bebas dari kekerasan. Berdasarkan data yang dikumpulkan, terjadi beberapa kasus kekerasan pada siswa, baik dalam bentuk verbal maupun fisik, di lingkungan pendidikan.
Dalam keterangan resmi, Arifah Fauzi mengatakan bahwa perlindungan siswa adalah tanggung jawab kita semua. “Kita tidak hanya berbicara tentang perlindungan siswa, tapi juga menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi mereka,” katanya. Menteri PPPA menekankan pentingnya kerja sama antar pihak dalam mencegah kekerasan pada siswa, mulai dari guru, orang tua, hingga komunitas sekitar.
Arifah Fauzi juga mengajak guru dan tenaga pendidik untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. “Guru memiliki peranan penting dalam membantu siswa memahami diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang cerdas,” kata Menteri PPPA.
Selain itu, Menteri PPPA juga mengajak orang tua untuk lebih aktif serta menjadi bagian dari gerakan perlindungan siswa. “Orang tua memiliki peranan penting dalam membantu anak-anak mereka memahami diri sendiri dan membuat keputusan yang cerdas,” kata Arifah Fauzi.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Menteri PPPA juga berencana untuk mengadakan serangkaian kegiatan sosial dan edukatif. “Kita akan mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan siswa,” kata Arifah Fauzi.
#MembukaRuangBelajarBebas #PerlindunganSiswa #Pendidikan