—————————————————
Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi, mengatakan bahwa sekolah rakyat dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam menekan angka kenakalan remaja. Menurutnya, pendidikan non-formal seperti sekolah rakyat dapat membantu siswa-siswi yang kurang beruntung dalam mendapatkan pendidikan formal.
Suriadi menjelaskan bahwa sebagian besar siswa yang mengalami kenakalan remaja berasal dari keluarga ekonomi lemah. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan formal karena biaya kuliah yang mahal. Oleh karena itu, sekolah rakyat dapat menjadi alternatif bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
Selain itu, Suriadi juga mengatakan bahwa sekolah rakyat dapat membantu siswa-siswi dalam meningkatkan kemampuan sosial dan emotional intelligence. Dengan demikian, mereka dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. “Sekolah rakyat tidak hanya sebagai tempat belajar, tapi juga sebagai tempat pembentukan karakter,” jelas Suriadi.
Data yang diterima oleh Suriadi menunjukkan bahwa sejak tahun 2015, angka kenakalan remaja di Indonesia telah menurun. Namun, Suriadi tetap berpendapat bahwa masih banyak siswa-siswi yang memerlukan bantuan dan perhatian. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama dalam mendukung program-program pendidikan non-formal seperti sekolah rakyat.
Dalam rangka meningkatkan efektifitasnya, Suriadi juga mengusulkan agar pemerintah dapat memberikan bantuan lebih besar kepada organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pendidikan non-formal. “Dengan demikian, kita dapat mencapai tujuan untuk menekan angka kenakalan remaja,” jelas Suriadi.
#PendidikanNonFormal #SekolahRakyat #MenekanKenakalanRemaja