Anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja mengecam pidato Perdana Menteri Kepulauan Solomon di Sidang Umum PBB yang berisi permintaan agar PBB memahami aksi kekerasan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pernyataan ini diucapkan Abraham Sridjaja setelah pidato Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, yang disampaikan di Sidang Umum PBB pada Senin (6/3).

Dalam pidatonya, Sogavare meminta PBB memahami aksi kekerasan yang dilakukan OPM sebagai upaya yang sah untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua. Namun, Abraham Sridjaja menolak pandangan tersebut dan menganggap aksi kekerasan sebagai hal yang tidak dapat diterima. “Aksi kekerasan tidak dapat diterima, karena itu hanya akan mengarahkan Papua kearah kekerasan dan kemudian kearah kehancuran,” ujar Abraham Sridjaja dalam keterangannya.

Menurut Abraham Sridjaja, aksi kekerasan hanya akan mengarahkan Papua kearah konflik dan kearah kehancuran, sehingga PBB harus lebih berhati-hati dalam memahami aksi kekerasan sebagai upaya yang sah. “PBB harus lebih berhati-hati dan tidak boleh memahami aksi kekerasan sebagai upaya yang sah,” ujar Abraham Sridjaja.

Pidato Perdana Menteri Kepulauan Solomon ini menarik perhatian karena PBB telah beberapa tahun ini memperjuangkan penyelesaian konflik di Papua melalui dialog dan diplomasi. Pemerintah Kepulauan Solomon juga telah beberapa tahun ini mengalami konflik dengan OPM, sehingga pidato Sogavare ini dianggap sebagai upaya untuk meminta PBB memahami aksi kekerasan sebagai upaya yang sah.

Keterkaitan konflik di Papua dengan perjuangan kemerdekaan Papua masih menjadi perdebatan diantaranya antara Pemerintah Kepulauan Solomon dengan Pemerintah Indonesia. Namun, Abraham Sridjaja menolak aksi kekerasan sebagai upaya yang sah dan menganggap bahwa PBB harus lebih berhati-hati dalam memahami aksi kekerasan.

**#Papua #Kemerdekaan #PBB #Kekerasan**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *