Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan keyakinan bahwa joint venture (JV) industri farmasi Indonesia-China dapat menjadi pendorong kemandirian industri farmasi nasional. Airlangga mengemukakan hal ini saat diskusi tentang kerja sama antara dua negara ini.

Menurutnya, JV dengan China dapat membantu meningkatkan kemampuan teknis dan keahlian industri farmasi Indonesia. Dengan demikian, industri farmasi nasional dapat menjadi lebih cerdas dan mampu bersaing di tingkat global. Airlangga juga mengemukakan bahwa kerja sama ini dapat membuka peluang baru bagi industri farmasi Indonesia untuk berpartisipasi dalam pengembangan obat-obatan inovatif.

Selain itu, JV dengan China juga dapat membantu meningkatkan kualitas produk farmasi Indonesia. Airlangga yakin bahwa kerja sama antara dua negara ini dapat menghasilkan produk farmasi yang lebih baik dan aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, industri farmasi nasional dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produknya.

Airlangga juga mengemukakan bahwa kerja sama dengan China dapat membantu meningkatkan eksport farmasi Indonesia. Dengan demikian, industri farmasi nasional dapat menjadi salah satu kontributor utama pada angka ekspor negara.

Dalam kesempatan diskusi lainnya, Airlangga juga mengemukakan pentingnya pengembangan budaya kesehatan dan pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kualitas produk farmasi. Dengan demikian, industri farmasi nasional dapat menjadi lebih kompetitif dan mampu bersaing di tingkat global.

#IndustriFarmasi #Kemandirian #Pengembangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *