Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menargetkan rasio elektrifikasi rumah tangga di seluruh Indonesia sebelum tahun 2029. Target ini ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJMN) ESDM 2020-2024. Melalui program ini, ESDM berharap dapat meningkatkan elektrifikasi rumah tangga hingga 98,5% pada tahun 2029. Rasio ini diyakini akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Menurut data ESDM, hingga tahun 2020, rasio elektrifikasi rumah tangga di Indonesia telah mencapai 92,2%. Namun, ESDM masih menemui beberapa hambatan dalam proses elektrifikasi, seperti kesulitan aksesibilitas jaringan listrik dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, ESDM telah menginisiasi beberapa program dan kegiatan untuk meningkatkan elektrifikasi rumah tangga, seperti pengembangan jaringan listrik, penggunaan teknologi renewable energy, dan program pemberdayaan masyarakat.
Dalam program ini, ESDM juga berencana mengoptimalkan penggunaan teknologi intelligent grid yang dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan listrik. Selain itu, ESDM juga mengembangkan program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya elektrifikasi rumah tangga.
Kemenhub ESDM, dalam siaran persnya, mengatakan bahwa elektrifikasi rumah tangga sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Elektrifikasi rumah tangga bukan hanya soal listrik, tapi juga soal kualitas hidup masyarakat. Dengan elektrifikasi rumah tangga, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap infrastruktur, sehingga meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Kemenhub ESDM.
Dalam beberapa tahun terakhir, ESDM telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam elektrifikasi rumah tangga. Dalam tahun 2020, ESDM telah berhasil mengoptimalkan penggunaan listrik hingga 95,2%. Rasio ini diyakini akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
#ElektrifikasiRumahTangga #KemenhubESDM #RenewableEnergy