Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres secara tegas menolak hukuman mati, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric. Deklarasi tersebut dikeluarkan usai eksekusi gagal di AS, yang memunculkan kontroversi dan kritik. Guterres menegaskan bahwa hukuman mati tidak sesuai dengan nilai-nilai universal manusia dan HAM.
Pernyataan Guterres tersebut dilatarbelakangi oleh keputusan mahkamah AS untuk menolak pengujian kasus hukuman mati di negara bagian Texas. Keputusan tersebut memunculkan protes dari organisasi hak asasi manusia dan kalangan internasional, yang menganggap bahwa hukuman mati adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
Menurut Dujarric, Guterres menganggap bahwa hukuman mati tidak sesuai dengan nilai-nilai universal manusia dan HAM. “Sekjen PBB menolak hukuman mati sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai universal manusia dan HAM,” kata Dujarric. Pernyataan Guterres tersebut juga disebut sebagai kontribusi PBB untuk mempromosikan nilai-nilai universal manusia dan HAM di seluruh dunia.
Kritik terhadap hukuman mati di AS juga telah memunculkan protes dari kalangan internasional. Organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International dan Human Rights Watch telah mengkritik keputusan mahkamah AS tersebut. Mereka menganggap bahwa hukuman mati adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai universal manusia dan HAM.
PBB juga telah berupaya untuk mempromosikan nilai-nilai universal manusia dan HAM di seluruh dunia. Sekjen PBB Guterres telah berkomunikasi dengan berbagai pemerintahan dan organisasi internasional untuk mempromosikan nilai-nilai universal manusia dan HAM. PBB juga telah berupaya untuk mempromosikan penyelesaian konflik melalui dialog dan perdamaian.
**#HukumanMati #PBB #HakAsasiManusia**