Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengingatkan desa-desa di tanah air mengenai pentingnya perkuat kapasitas kader dalam usaha turunkan stunting. Dalam pertemuan bersama dengan para pihak terkait, Kemendes PDT memastikan bahwa desa-desa memiliki potensi yang cukup untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.
Menurut sumber, stunting menjadi masalah yang signifikan di Indonesia, dengan kurang lebih 10,5 juta anak yang mengalami kekurangan gizi. Oleh karena itu, Kemendes PDT menekankan pentingnya perkuat kapasitas kader untuk mengatasi masalah ini. Kader menjadi garda awal dalam usaha mengatasi stunting, karena mereka berada di lokasi dan memiliki kontak langsung dengan masyarakat.
Dalam pertemuan, Kemendes PDT juga menekankan pentingnya perluasan akses makanan bergizi dan air minum yang aman untuk warga desa. Selain itu, pihak Kemendes PDT juga memberikan pelatihan khusus kepada kader untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani masalah stunting.
Pada prinsipnya, Kemendes PDT menargetkan 30% penurunan stunting di tahun 2025. Untuk mencapai target ini, Kemendes PDT berencana mengalokasikan dana sebesar Rp 500 miliar untuk program penanggulangan stunting di tahun 2023.
Namun, Kemendes PDT juga menekankan pentingnya perluasan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintahan dan swasta, untuk mencapai target penurunan stunting. Dengan demikian, Kemendes PDT berharap dapat mencapai target tersebut dan meningkatkan kualitas hidup warga desa.
**#KemendesPDT #PenanggulanganStunting #PerkuatKapasitasKader**