DKI Jakarta pada Kamis (6/7) menginisiasi program penyembuhan Tuberkulosis (TB) melalui kegiatan skrining dan operasi cabut pentil di wilayah Jakarta Timur. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk “Operasi Cabut Pentil” yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan prima untuk masyarakat Jakarta, terutama mereka yang tinggal di wilayah Jakarta Timur.
Dalam kegiatan tersebut, tim dokter dan paramedis DKI Jakarta melakukan skrining TB secara massal dengan menggunakan alat deteksi TB berbasis teknologi. Alat ini dapat mendeteksi adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis pada darah dan sputum pasien. Dengan demikian, tim medis dapat segera mengetahui apakah seseorang terinfeksi TB atau tidak.
Skrining TB dilakukan secara simultan di beberapa lokasi strategis di Jakarta Timur, termasuk Pemkot Jakarta Timur, Polrestro Jakarta Timur, dan beberapa kantor pos. Kegiatan ini juga didukung oleh tim dokter spesialis TB dari RSUD dr. Sulianti Saroso.
Kegiatan skrining TB di Jakarta Timur dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan TB, serta mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. Menurut data WHO, Indonesia termasuk 10 negara dengan epidemi TB terburuk di dunia.
Kegiatan “Operasi Cabut Pentil” DKI Jakarta diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Selama masa itu, masyarakat di Jakarta Timur dipersaudar untuk datang dan ikut serta dalam kegiatan skrining TB ini.
**#Kesehatan #TB #DKIJakarta**