—————————————————

Pada kuartal I tahun 2026, volume perdagangan Kamboja dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya telah meningkat signifikan sebanyak 10,5 persen. Data ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antara Kamboja dan ASEAN terus membaik, serta menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional.

Peningkatan volume perdagangan tersebut sebagian besar disebabkan oleh peningkatan ekspor Kamboja ke berbagai negara ASEAN. Data menunjukkan bahwa nilai ekspor Kamboja meningkat 12,2 persen menjadi 3,25 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai impor Kamboja dari negara-negara ASEAN lainnya juga meningkat 8,9 persen menjadi 1,61 miliar dolar AS.

Peningkatan perdagangan ini dapat dianggap sebagai hasil dari berbagai inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah Kamboja dan ASEAN untuk mempromosikan investasi dan perdagangan antara negara-negara anggota. Selain itu, pertumbuhan ekonomi regional juga mempengaruhi peningkatan volume perdagangan.

Kamboja sendiri memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi dan bisnis, terutama dalam sektor manufaktur dan jasa. Negara ini memiliki kelebihan sebagai negara dengan biaya operasional yang relatif rendah, serta aksesibilitas yang mudah untuk berbagai negara di ASEAN.

Dalam kuartal I 2026, Kamboja juga menjadi salah satu tujuan investasi favorit bagi perusahaan asing. Data menunjukkan bahwa nilai investasi asing di Kamboja meningkat 15 persen menjadi 543 juta dolar AS.

Dengan peningkatan volume perdagangan dan investasi, Kamboja dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mencapai tujuan menjadi salah satu negara dengan GDP per capita tertinggi di ASEAN pada tahun 2030.

#ASEAN #Kamboja #Economy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *