Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perdagangan Indonesia-Amerika Serikat (AS). Perjanjian dagang timbal balik yang telah disepakati antara kedua negara ini diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan dan investasi, serta memperluas akses pasar bagi produk RI.

Dalam keterangan tertulis, Mendag Budi Santoso mengatakan bahwa perjanjian ini akan membuka peluang baru bagi industri RI, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan industri makanan. “Dengan perjanjian ini, kita berharap dapat meningkatkan volume perdagangan RI-AS, serta memperluas akses pasar bagi produk RI,” ujar Mendag Budi Santoso.

Menurut data, perdagangan RI-AS tahun 2022 mencapai nilai US$ 23,4 miliar, naik 14,1% dibanding tahun sebelumnya. Namun, Mendag Budi Santoso mengatakan bahwa masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi. “Kita berharap dapat meningkatkan investasi AS di RI, serta memperluas akses pasar bagi produk RI di AS,” ujar Mendag Budi Santoso.

Dalam rangka meningkatkan kerjasama dagang antara RI dan AS, Mendag Budi Santoso juga mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan serangkaian kegiatan, termasuk pertemuan bisnis dan investasi, serta pelatihan dan pelatihan bagi pelaku industri. “Kita ingin meningkatkan kerjasama dagang antara RI dan AS, serta memperluas akses pasar bagi produk RI,” ujar Mendag Budi Santoso.

**#Mendag #Perdagangan #RI-AS #PeluangPerdagangan**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *