Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan bahwa prospek ekonomi global akan terganggu jika konflik Iran berlanjut hingga 2027. Hal ini dikarenakan efek negatif yang ditimbulkan oleh kegagalan Iran dalam menyelesaikan krisis politik dan diplomatiknya dengan Amerika Serikat, serta kemungkinan embargo yang diterapkan terhadap Iran.
Menurut Kristalina Georgieva, konflik Iran dapat menyebabkan penurunan signifikan pada pertumbuhan ekonomi global. “Keterlibatan Iran dalam konflik dan embargo dapat mempengaruhi ketersediaan minyak dunia, sehingga mengganggu stabilitas ekonomi,” katanya.
Pengaruh konflik Iran terhadap ekonomi global juga dapat dirasakan melalui penurunan investasi asing, meningkatnya harga minyak, dan kemungkinan kehilangan pasar bagi beberapa industri. Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi beberapa negara yang bergantung pada impor minyak dari Iran.
Dalam laporannya, IMF juga mengatakan bahwa konflik Iran dapat mempengaruhi keseimbangan anggaran beberapa negara, terutama mereka yang bergantung pada impor minyak. “Ketergantungan pada minyak dunia dapat menyebabkan kesulitan bagi beberapa negara dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi,” kata IMF.
Namun, Kristalina Georgieva juga mengatakan bahwa IMF siap membantu Iran jika mereka membutuhkan bantuan. “Kami ingin melihat Iran berfungsi dengan baik dan stabil, sehingga kami siap memberikan bantuan jika diperlukan,” katanya.
**#Economy #GlobalAffairs #IMF**