Pramono Anung, seorang ahli biologi perairan, mengungkapkan hasil penelitiannya tentang populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta. Berdasarkan data yang dikumpulkan, jumlah ikan invasif tersebut telah menembus lebih dari 60 persen.

Ikan sapu-sapu, yang asli berasal dari Australia, mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980-an melalui aktivitas manusia. Sejak saat itu, populasi ikan ini terus meningkat dan mengancam ekosistem perairan Jakarta.

Menurut Pramono, salah satu ancaman utama akibat adanya ikan sapu-sapu adalah kerusakan habitat bagi spesies lainnya. Ikan sapu-sapu yang jumlahnya sangat banyak dapat menyebabkan rusaknya terumbu karang, sehingga berbagai jenis ikan lainnya tidak dapat hidup di sana.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga dapat mempengaruhi kualitas air dan membuat pH air menjadi lebih asam. Hal ini dapat mengganggu proses fotosintesis oleh tumbuhan laut, sehingga keseimbangan ekosistem perairan terganggu.

Pramono juga menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu mempengaruhi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumberdaya perairan. Ikan sapu-sapu dapat mengganggu industri perikanan, sehingga berdampak pada pendapatan warga.

Untuk itu, Pramono meminta kepada pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melindungi ekosistem perairan Jakarta dari ancaman ikan sapu-sapu. “Kita harus segera mengambil langkah-langkah untuk mengurangi populasi ikan ini,” kata Pramono.

**#Lingkungan #IkanSapu-sapu #Jakarta**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *