——————————————————–
Dalam sebuah rapat yang berlangsung panjang, Rapat Baleg DPR RI dengan Wamenkum membahas RUU Migas sempat memanas. Fraksi Golkar mendesak agar RUU tersebut didrop dari prolegnas 2026. Ketercapaian pihak-pihak di dalam rapat membuat suasana menjadi sangat panas.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengatakan bahwa Golkar tidak setuju dengan RUU Migas tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan kepentingan negara. “Kami berpendapat bahwa RUU Migas ini memiliki potensi membuat masalah bagi sektor energi dan ekonomi,” kata Fahri Hamzah.
Menurut sumber dekat, Fraksi Golkar mengajukan usul agar RUU Migas dibuang dari prolegnas 2026. Hal ini dilakukan setelah mereka menemui beberapa keberatan terhadap isi RUU tersebut. Mereka berpendapat bahwa RUU Migas ini memiliki potensi membuat masalah bagi sektor energi dan ekonomi.
Terkait dengan perihal ini, Golkar juga mengatakan bahwa pemerintah harus lebih bijak dalam menentukan kebijakan terkait dengan RUU Migas. “Kami berpendapat bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan kepentingan rakyat dan tidak hanya berfokus pada keuntungan tertentu,” kata seorang anggota Golkar.
Dalam beberapa tahun terakhir, RUU Migas telah menjadi salah satu perdebatan panjang di DPR RI. Mereka yang menolak RUU Migas ini mengatakan bahwa isi RUU tersebut tidak sesuai dengan kepentingan negara dan rakyat.
#RapatProlegnas #Golkar #RUUMigas