Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) terus berupaya menghadapi perubahan iklim dengan menanam 36.000 bibit mangrove di lahan seluas 20 hektare. Aksi reboisasi ini dilakukan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

Menurut informasi, Pemprov PBD memulai program reboisasi mangrove pada akhir tahun lalu dengan tujuan meningkatkan penangkapan karbon dan mengurangi risiko banjir. Mangrove sebagai salah satu jenis vegetasi yang paling efektif dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer, sehingga memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Dalam beberapa tahun terakhir, Papua Barat Daya telah mengalami kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim, seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, Pemprov PBD berupaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan memulai program reboisasi mangrove.

Dalam program ini, Pemprov PBD bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah dan masyarakat setempat. Mereka telah melakukan survei dan identifikasi lahan yang cocok untuk ditanami mangrove.

Selain itu, Pemprov PBD juga memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada masyarakat setempat agar mereka dapat ikut berpartisipasi dalam program reboisasi ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Dalam beberapa tahun ke depan, Pemprov PBD berencana untuk menanam lebih banyak mangrove di lahan-lahan lainnya di Provinsi Papua Barat Daya. Mereka berharap bahwa program reboisasi ini dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan kualitas lingkungan.

#PBD #ReboisasiMangrove #MitigasiPerubahanIklim #Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *