______________________________________
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan sentimen terhadap rupiah dipicu harga minyak mentah Brent turun. Hal ini memungkinkan nilai tukar rupiah menguat, sehingga menjadi lebih kuat seiring meningkatnya harapan investor terhadap kestabilan perekonomian global.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mentah Brent telah menurun tajam, dari level $60 per barel menjadi sekitar $50 per barel. Kondisi ini memungkinkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan menghemat biaya impor. Oleh karena itu, pemerintah dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengoptimalkan kebijakan moneter dan fiskal.
Analisis Pardede menunjukkan bahwa rupiah telah menjadi lebih stabil sejak harga minyak mentah Brent turun. “Kondisi pasar internasional yang lebih baik membuat investor menjadi lebih optimistis terhadap perekonomian Indonesia,” katanya dalam wawancara dengan media. “Mereka memperkirakan bahwa rupiah akan menguat, sehingga nilai tukar menjadi lebih stabil.”
Selain itu, Pardede juga menunjukkan bahwa sentimen investor lainnya seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi juga mempengaruhi kinerja rupiah. “Ketika investor melihat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi yang terkendali, maka mereka akan lebih siap untuk berinvestasi di Indonesia,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga minyak mentah Brent telah menjadi indikator kinerja perekonomian global. Oleh karena itu, penurunan harga ini dapat menarik investor ke arah Indonesia sebagai tujuan investasi yang lebih menguntungkan.
______________________________________
#Economy #Indonesia #Currency