Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Sajarwa Sukiyo mendorong penyusunan standar kualifikasi penerjemah di tingkat China untuk meningkatkan kualitas penerjemahan dalam wilayah ASEAN. “Keterlibatan aktif dalam proses standardisasi ini penting untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan penerjemahan,” ucap Sajarwa, yang juga anggota tim teknis Pusat Pengembangan Bahasa dan Budaya Universitas Gadjah Mada.

Menurut Sajarwa, kekurangan standar kualifikasi penerjemah di tingkat China dapat mengakibatkan keterlibatan tidak efektif dalam proses komunikasi dan kerjasama antara negara-negara ASEAN. “Karena itu, kami perlu memiliki standar yang jelas dan komprehensif untuk meningkatkan kualitas penerjemahan,” kata Sajarwa.

Sajarwa juga menambahkan bahwa standardisasi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan penerjemahan di Indonesia, terutama dalam berbagai bidang seperti bisnis, teknologi, dan budaya. “Dengan memiliki standar yang jelas, kami dapat meningkatkan kualitas penerjemahan dan memastikan bahwa penerjemah-penerjemah Indonesia dapat bekerja dengan lebih efektif di luar negeri,” kata Sajarwa.

Pihak Universitas Gadjah Mada juga telah melakukan berbagai langkah untuk mendukung standardisasi ini, seperti membentuk tim teknis yang terdiri dari ahli-ahli bahasa dan budaya. “Kami berharap bahwa dengan adanya standar kualifikasi penerjemah China-ASEAN, penerjemahan dapat menjadi lebih efektif dan meningkatkan kerjasama antara negara-negara ASEAN,” kata Sajarwa.

#StandarisasiPenerjemah #ChinaASEAN #PengembanganBahasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *