Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan tantangan yang dihadapi oleh Muara Angke adalah penimbunan sampah dari hulu. “Sampah-sampah tersebut jika tidak ditangani dengan baik dapat menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat dan lingkungan,” jelasnya dalam sebuah acara.

Menurut Afan, Sampah yang dihasilkan oleh kegiatan industri dan domestik di hulu Muara Angke sangat melimpah. “Sampah-sampah tersebut sebagian besar tidak terolah dan langsung mengalir ke sungai atau muara,” tuturnya. Hal ini dapat berakibat buruk bagi kualitas air dan keselamatan masyarakat yang menggunakan sumber daya air.

Afan juga menambahkan bahwa pemerintah DKI Jakarta telah melakukan beberapa langkah untuk menangani masalah sampah di Muara Angke. “Kami sudah menginisiasi program-program lingkungan hidup, seperti pengumpulan sampah dan pembuatan TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” jelasnya.

Selain itu, Afan juga menjelaskan bahwa pemerintah DKI Jakarta juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengurangi timbunan sampah di Muara Angke. “Kami bekerja sama dengan industri dan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup,” tuturnya.

Dengan demikian, Afan menuntut seluruh pihak berperan untuk menjaga kebersihan Muara Angke. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah sampah di Muara Angke dan menjaga keselamatan masyarakat,” tuturnya.

#MuaraAngke #Sampah #LingkunganHidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *