Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit barang ilegal. Hal ini dikatakan dalam acara rapat kerja dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta.
Menurut Djamari, pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk menghentikan keberadaan barang ilegal dalam wilayah negara. Ia juga menegaskan bahwa upaya penanganan berbagai masalah terkait narkotika dan psikotropika harus dilakukan secara terpadu dan efektif.
“Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit barang ilegal. Kami akan terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menghentikan keberadaan barang-barang tersebut,” ujar Djamari dalam kesempatan itu.
Menurut data BNN, Indonesia masih menjadi salah satu negara transit utama bagi barang-barang ilegal, seperti narkotika dan psikotropika. Oleh karena itu, pemerintah telah menggelar berbagai upaya untuk menghentikan keberadaan barang-barang tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah meningkatkan penanganan masalah narkotika dan psikotropika melalui berbagai cara. Salah satunya dengan meningkatkan keamanan di perbatasan dan wilayah lainnya, serta dengan menggelar berbagai operasi penjagaan.
Menurut Djamari, upaya-upaya tersebut harus terus dilanjutkan untuk menghentikan keberadaan barang-barang ilegal. “Kami akan terus bekerja keras untuk menghentikan keberadaan barang-barang ilegal dan melindungi warga negara dari pengaruh buruk narkotika dan psikotropika,” ujar Djamari.
**#Narkotika #Psikotropika #Keamanan #Pemerintahan**