Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memastikan bahwa pesawat tempur Rafale yang dipesan beberapa tahun lalu akan tiba di Indonesia tahun depan. Kedatangan pesawat tempur multi-misi tersebut dinantikan sebagai penambah daya tempur dan keamanan TNI AU.
Dalam pertemuan dengan wartawan, Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi menjelaskan bahwa Rafale akan membantu meningkatkan kemampuan TNI AU dalam menjaga keamanan wilayah. “Rafale akan menjadi bagian dari fleet yang lebih kuat dan modern,” katanya. Dengan hadirnya pesawat tempur tersebut, TNI AU diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengawasan dan pertahanan wilayah Indonesia.
TNI AU telah memesan 42 unit Rafale sejak tahun 2015, dengan harga sekitar Rp 64 triliun. Pesawat tempur tersebut diantisipasi akan menjadi bagian dari fleet TNI AU yang paling modern dan efektif. “Rafale akan membantu meningkatkan kemampuan TNI AU dalam menjaga keamanan wilayah, serta meningkatkan kemampuan pertahanan udara,” katanya.
Selain itu, Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi juga menjelaskan bahwa TNI AU sedang berupaya meningkatkan kemampuan teknologinya, termasuk pengembangan sistem pertahanan udara. “Kami sedang berupaya meningkatkan kemampuan teknologinya, termasuk pengembangan sistem pertahanan udara yang lebih modern dan efektif,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, TNI AU telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, termasuk pengembangan sistem pertahanan udara dan pengiriman pesawat tempur modern. Kedatangan Rafale tahun depan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.
#TNI AU #Rafale #Pesawat Tempur