Dua enter

Serial kartun anak-anak Masha and the Bear, yang mencapai kesuksesan di seluruh dunia, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, studio animasi Animaccord menghadapi tuduhan bahwa serial tersebut berisi propaganda militer. Namun, juru bicara studio, Melanie Bonvicino, menyanggah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa semua adegan dalam serial kartun hanya hasil kreatif dari tim produksi.

Menurut Bonvicino, Animaccord tidak memiliki tujuan politik atau militer yang jelas dalam mengembangkan Masha and the Bear. “Kami hanya ingin membuat cerita yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak,” kata Bonvicino dalam wawancara dengan berbagai media. “Tuduhan propaganda militer hanya sekadar spekulasi dan tidak didukung oleh kenyataan.”

Bonvicino juga menjelaskan bahwa tim produksi Animaccord sangat peduli dengan kualitas cerita yang dihasilkan dan melakukan berbagai penelitian sebelum memulai produksi. “Kami memiliki tim peneliti yang terdiri dari ahli psikologi, sosiologi, dan antropologi yang membantu kami dalam mengembangkan cerita yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” kata Bonvicino.

Tudingan propaganda militer dalam Masha and the Bear bukanlah hal baru. Pada tahun 2019, beberapa orang telah mengaku bahwa serial kartun tersebut berisi simbolisme anti-komunis dan anti-revolusi. Namun, Animaccord menyanggah tuduhan tersebut dengan alasan bahwa cerita tersebut hanya hasil kreatif dari tim produksi dan tidak memiliki tujuan politik yang jelas.

Bonvicino juga mengakui bahwa Masha and the Bear tidak mencoba untuk membahas isu-isu kompleks seperti perang atau konflik, tetapi hanya ingin membuat cerita yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak. “Kami tidak memiliki tujuan politik yang jelas dalam mengembangkan serial kartun ini,” kata Bonvicino.

#MashaAndTheBear #Animaccord #PropagandaMiliter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *