Pada akhir pekan ini, Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara ke China. Dengan demikian, transaksi keuangan antara dua negara tersebut mulai bisa dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.
Pengembangan QRIS antarnegara ini menjadi bagian dari upaya BI untuk meningkatkan integrasi keuangan nasional dengan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, BI telah berfokus pada pengembangan sistem pembayaran digital yang aman dan cepat. Saat ini, QRIS sudah digunakan oleh lebih dari 200.000 toko dan bisnis di Indonesia.
Dengan memperluas penggunaan QRIS antarnegara ke China, BI berharap dapat meningkatkan potensi transaksi keuangan antar dua negara tersebut. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk mempromosikan perdagangan dan investasi diantara Indonesia dan China.
Menurut BI, perluasan penggunaan QRIS antarnegara ke China juga berpotensi meningkatkan jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi tujuan wisata populer di Asia Tenggara, dengan lebih dari 15 juta wisatawan asing yang mengunjungi negara ini setiap tahun.
Pengembangan QRIS antarnegara ke China juga didukung oleh pemerintah China. Mereka berharap dapat meningkatkan kerja sama ekonomi dan investasi dengan Indonesia, serta mempromosikan perdagangan bilateral.
Dengan demikian, perluasan penggunaan QRIS antarnegara ke China adalah langkah strategis yang akan meningkatkan kemampuan negara-negara Asia Tenggara dalam melakukan transaksi keuangan secara lebih mudah dan efisien.
#FinTech #QRIS #CrossBorderTransaction