2
Gerakan ayah-ayah ambil rapor telah memanggil perhatian masyarakat. Mereka mendukung pengawasan ketat terhadap perilaku anak-anak yang terlalu bergantung pada ponsel pintar (HP). Sejak lama, ketergantungan pada teknologi informasi ini menjadi masalah serius bagi perkembangan psikologis dan sosial anak.
Menurut data Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), mayoritas orang tua Indonesia mengalami kesulitan dalam mengawasi perilaku anak-anaknya yang terlalu bergantung pada HP. Mereka khawatir bahwa ketergantungan ini dapat berpengaruh pada prestasi akademis, kebugaran fisik, dan keamanan anak.
Dalam keterangan kepada wartawan, Kepala BKKBN Wihaji mengingatkan agar orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi perilaku anak-anaknya. “Orang tua harus menjadi contoh baginya,” ujar Kepala BKKBN Wihaji. “Jangan sampai anak diasuh HP, tetapi kita harus mengajari mereka cara menggunakan teknologi informasi dengan bijak.”
Gerakan ayah-ayah ambil rapor ini diharapkan dapat menstimulir orang tua untuk lebih peduli terhadap perilaku anak-anaknya. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, sehingga mereka tidak terlalu bergantung pada HP.
Selain itu, gerakan ini juga diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pengawasan perilaku anak-anak. Mereka harus memahami bahwa pengawasan yang baik adalah kunci utama untuk membantu anak-anak tumbuh dengan seimbang dan cerdas.
Dalam jangka panjang, gerakan ayah-ayah ambil rapor ini diharapkan dapat menstimulir perubahan pada pola pikir masyarakat dan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pengawasan perilaku anak-anak.
#PengawasanAnak #TeknologiInformasi #OrangTua