Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’shum Faqih mengingatkan adab tetap sebagai penuntun dalam berbagai kegiatan, termasuk musyawarah. Gus Ma’shum, seorang ulama ternama, menekankan pentingnya memahami nilai-nilai agama dan moral yang menjadi landasan bagi setiap tindakan.
Dalam sambutannya, Gus Ma’shum mengungkapkan bahwa adab adalah prinsip dasar dalam berbagai kegiatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa adab bukan hanya soal etiket, tapi juga mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain. “Adab tidak hanya tentang hormat dan sopan santun, tapi juga tentang kesadaran kita sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat,” kata Gus Ma’shum.
Gus Ma’shum juga menekankan pentingnya memahami nilai-nilai agama dan moral dalam setiap keputusan yang diambil. Ia berpendapat bahwa nilai-nilai ini adalah dasar bagi setiap tindakan, sehingga kita harus mempertahankan kesederhanaan dan keterbukaan dalam berbagai kegiatan.
Dalam musyawarah NU, Gus Ma’shum mengingatkan agar semua pihak dapat berdiskusi dengan cara yang seimbang dan hormat. Ia menekankan pentingnya memahami pandangan lain dan tidak hanya fokus pada pendapat sendiri. “Kita harus berbagi pikiran dan ide dengan cara yang sopan santun, sehingga kita dapat mencapai kesepakatan yang lebih baik,” kata Gus Ma’shum.
Gus Ma’shum juga menekankan pentingnya mempertahankan kejujuran dan keberanian dalam setiap tindakan. Ia berpendapat bahwa kita harus memiliki kemampuan untuk berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas konsekuensi yang dihasilkan.
Musyawarah NU yang diselenggarakan oleh PBNU sendiri menjadi salah satu contoh bagaimana Gus Ma’shum menerapkan nilai-nilai adab dalam kegiatan. Dalam musyawarah tersebut, para peserta dapat berbagi pikiran dan ide dengan cara yang seimbang dan hormat.
#MusyawarahNU #AdabJadiPenuntun #NahdlatulUlama