Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional dengan surplus beras sebesar 240 ribu ton. Dalam tahun ini, Lebak berhasil meningkatkan produksi beras hingga mencapai 1,2 juta ton, dengan sebagian besar dipasok ke Jabotabek dan wilayah sekitarnya.
Kesuksesan ini didukung oleh perawatan lahan yang optimal, penggunaan teknologi modern, serta kerja sama dengan petani setempat. “Kami sangat bersyukur dapat berkontribusi pada keamanan pangan nasional,” ucap Bupati Lebak dalam keterangan resmi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Lebak telah mengalami peningkatan produktivitas beras yang signifikan. Hal ini dikarenakan adanya perlindungan lingkungan dan penggunaan teknologi irigasi yang lebih efektif. “Kita berharap dengan surplus beras ini, kami dapat menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional,” tambah Bupati.
Selain itu, Lebak juga memiliki potensi sebagai sentral penjualan beras di Provinsi Banten. Dalam beberapa bulan terakhir, Lebak telah menjadi salah satu penghasil beras terbesar di provinsi tersebut, dengan nilai produksi mencapai triliyun rupiah.
Dalam tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lebak juga berencana meningkatkan kapasitas penanganan beras hingga 1,5 juta ton. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan penghasilan petani setempat.
**#PanganNasional #Beras #Lebak #Jabotabek**