dua enter
Pemerintah mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia telah mencapai pertumbuhan yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi RI tumbuh sebesar 5,61 persen secara year-on-year (yoy) dalam triwulan I 2026.
Dalam laporan terbaru, BPS juga mencatat bahwa inflasi Indonesia masih relatif stabil, dengan tingkatnya mencapai 0,37 persen per bulan Februari. Namun, angka tersebut masih di atas target inflasi yang ditetapkan pemerintah sebesar 3,5 persen.
Pertumbuhan ekonimi RI dalam kuartal pertama 2026 juga dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas industri manufaktur dan jasa. Industri manufaktur mencatat pertumbuhan sebesar 7,21 persen, sementara industri jasa tumbuh 4,15 persen.
Selain itu, data BPS juga menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih tergantung pada eksport. Nilai ekspor RI mencapai Rp 234,6 triliun dalam kuartal pertama 2026, meningkat sebesar 7,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi yang positif ini diyakini akan membantu pemerintah mengatasi masalah inflasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam dunia internasional. Oleh karena itu, berbagai kalangan menunggu dengan antusias untuk melihat bagaimana perekonomian RI akan berkembang di masa depan.
#EkonomiRI #PertumbuhanEkonomi #BPS