Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, mengatakan bahwa Buya Subi Festival 2026 menjadi ajang strategis untuk mempromosikan tenun Donggala ke pasar global. Acara tahunan ini dirancang sebagai wadah bagi para pengrajin dan pelaku industri tekstil lokal untuk menampilkan kualitas terbaik dari produk mereka, sehingga dapat dikenal oleh masyarakat dunia.
Reny A. Lamadjido mengungkapkan bahwa festival ini bukan hanya sekadar pesta, namun juga menjadi momentum bagi masyarakat Donggala untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk tenun mereka. “Kami ingin mempromosikan tenun Donggala sebagai salah satu ikon daerah ini yang memiliki kualitas tinggi dan unik,” ujar Reny A. Lamadjido.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Buya Subi Festival telah menjadi ajang yang sangat digemari oleh masyarakat lokal dan turis, serta para pelaku industri tekstil dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam acara tahun ini, dipastikan akan ada berbagai kegiatan menarik, seperti lomba kreasional tenun, pameran produk tenun, hingga kegiatan edutainment.
Selain itu, Reny A. Lamadjido juga mengumumkan bahwa festival ini akan menjadi ajang untuk meningkatkan kerjasama antara pelaku industri tekstil lokal dengan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia. “Kami ingin mempromosikan tenun Donggala sebagai salah satu ikon daerah ini yang memiliki kualitas tinggi dan unik,” ujar Reny A. Lamadjido.
Dengan demikian, Buya Subi Festival 2026 dipastikan akan menjadi ajang yang sangat menarik dan berharga bagi para pengrajin, pelaku industri tekstil lokal, serta masyarakat Donggala sebagai keseluruhan.