Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya memperingatkan bahwa gangguan pasokan listrik yang terjadi selama dua pekan terakhir memiliki dampak besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kota ini. Gangguan tersebut mengakibatkan hampir 70% industri dan perusahaan UMKM Surabaya harus berhenti operasional.

Menurut KADIN Surabaya, gangguan listrik tersebut telah mengganggu kegiatan sehari-hari para pelaku usaha, baik yang bergerak di sektor jasa, manufaktur, maupun perdagangan. Hal ini juga mempengaruhi supply chain dan logistik, sehingga beberapa perusahaan UMKM harus berhenti produksi.

“Kita mengalami kerugian yang signifikan karena gangguan listrik tersebut,” kata Rudi Kurniawan, Ketua KADIN Surabaya. “UMKM di Surabaya tidak memiliki kewajiban untuk memiliki generator dan sistem UPS sendiri, sehingga mereka sangat tergantung pada listrik sebagai sumber energi.”

Gangguan listrik yang terjadi juga mengganggu kegiatan masyarakat sehari-hari, seperti pengiriman barang dan jasa. Mereka harus berhenti operasional karena tidak memiliki cukup energi untuk beroperasi.

KADIN Surabaya meminta pemerintah agar segera menyelesaikan masalah gangguan listrik tersebut. “Kita meminta pemerintah agar segera mengatasi masalah ini, sehingga UMKM di Surabaya dapat kembali beroperasi dengan normal,” kata Rudi.

Pemerintah setempat telah melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah gangguan listrik tersebut. Namun, KADIN Surabaya menginginkan pemerintah agar segera mengatasi masalah ini dan memungkinkan UMKM di Surabaya kembali beroperasi dengan normal.

**#UMKM #Surabaya #GangguanListrik #Industri**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *