Pada 26 April lalu, Presiden Joko Widodo tidak sendiri menghadiri sesi retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Ia hadir bersama beberapa pemimpin lainnya, termasuk PM Thailand, Prayut Chan-o-cha. Momen akrab antara Prabowo dengan PM Thailand ini menjadi perhatian para peserta retreat.

Dalam sesi retreat, para pemimpin ini berdiskusi tentang isu-isu global dan regional yang menyangkut ASEAN. Mereka juga membahas cara-cara untuk meningkatkan kerjasama dan sinergitas antar negara anggota ASEAN. Keterlibatan Prabowo dalam diskusi ini menjadi salah satu momen penting dalam agenda retreat.

Sesi retreat KTT ASEAN tahun ini dihadiri oleh sekitar 30 pemimpin dari 10 negara anggota ASEAN. Mereka hadir untuk membahas isu-isu strategis dan meningkatkan kerjasama regional. Selain Prabowo, PM Thailand juga menjadi salah satu penentu agenda retreat. Keterlibatan keduanya dalam diskusi ini sangat signifikan dalam meningkatkan kerjasama antar negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, ASEAN telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dalam era digital, ASEAN memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu blok ekonomi terbesar di dunia. Oleh karena itu, kerjasama dan sinergitas antar negara anggota ASEAN sangat penting untuk meningkatkan kemampuan regional.

Sesi retreat KTT ASEAN tahun ini juga membahas isu-isu strategis lainnya, seperti perbatasan maritim, keamanan, dan lingkungan. Para pemimpin ini berdiskusi tentang cara-cara untuk meningkatkan kerjasama dan sinergitas antar negara dalam menghadapi tantangan global.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga berkesempatan untuk bertemu dengan beberapa pemimpin lainnya, termasuk PM Thailand. Mereka berdiskusi tentang isu-isu regional dan cara-cara untuk meningkatkan kerjasama antar negara.

**#ASEAN #KTTASEAN #Retreat #Prabowo #PMThailand**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *