Berapa lama lagi Indonesia harus menunggu keuntungan dari perjanjian ekonimi yang telah ditandatangani? Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet meminta pemerintah agar segera mempercepat penyelesaian International Economic Understanding (IEU)-Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Menurutnya, penundaan akan berdampak pada hilangnya peluang bagi ekspor Indonesia.
Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa IEU-CEPA memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Namun, pemerintah harus segera menyelesaikan beberapa hal agar perjanjian ini dapat beroperasi secara optimal. “IEU-CEPA tidak hanya memberikan keuntungan bagi industri domestik, tapi juga membantu meningkatkan kemampuan eksportasi kita,” katanya.
Salah satu faktor yang dianggap sebagai hambatan adalah biaya logistik dan administratif yang masih tinggi untuk ekspor Indonesia. Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa pemerintah harus segera menyelesaikan masalah ini agar ekspor dapat berjalan lebih lancar. “Kita perlu memperbaiki sistem logistik dan administrasi yang saat ini masih membuat ekspor kita sulit,” katanya.
Selain itu, Yusuf Rendy Manilet juga menyoroti pentingnya peran pelaku industri sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai ekspor Indonesia. “Pelaku industri harus lebih proaktif dalam meningkatkan kemampuan eksportasi mereka. Pemerintah pun harus memberikan dukungan bagi mereka,” katanya.
Dalam sambungannya, Yusuf Rendy Manilet juga mengatakan bahwa IEU-CEPA dapat membantu Indonesia meningkatkan keamanan energi dan mencegah kemerosotan harga bahan bakar. “IEU-CEPA tidak hanya tentang ekspor, tapi juga tentang keamanan energi dan mencegah kemerosotan harga,” katanya.
Sebagai akhir, Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa pemerintah harus segera mempercepat penyelesaian IEU-CEPA agar ekspor Indonesia dapat meningkat. “Pemerintah harus segera mempercepat penyelesaian IEU-CEPA. Kita tidak boleh menunda-nunda lagi,” katanya.
#IEU-CEPA #Ekonomi #PerkuatEkspor