Kantor Polisi Resor (Polres) Jakarta Timur mengungkapkan komplotan ganjal ATM yang menguras dana korban hingga Rp 274 juta. Dalam penelitian, pelaku berpura-pura membantu saat kartu ATM tersangkut, kemudian mencuri informasi PIN dan melakukan transaksi palsu.
Dengan menggunakan teknologi canggih, pelaku dapat dengan mudah menguras rekening korban tanpa mereka sadari. “Mereka menggunakan alat bantu yang canggih untuk mencuri informasi PIN, sehingga korban tidak mengetahui jika rekening mereka telah diuras,” jelas Kepala Polres Jakarta Timur.
Dalam beberapa kasus, pelaku berpura-pura sebagai petugas ATM dan membantu korban saat kartu ATM tersangkut. Namun, pada kenyataannya, pelaku hanya ingin mencuri informasi PIN untuk melakukan transaksi palsu.
Polres Jakarta Timur telah menangkap beberapa pelaku komplotan ganjal ATM dan masih terus menginvestigasi untuk menemukan pelaku lainnya. “Kami akan terus berjuang untuk menjamin keamanan masyarakat dan menghentikan aktivitas kriminal ini,” jelas Kepala Polres Jakarta Timur.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus ganjal ATM telah meningkat tajam di Indonesia, sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengetahui cara-cara yang digunakan pelaku komplotan ini. “Masyarakat perlu lebih waspada dan tidak mau membantu pelaku-pelaku ini dengan memberikan informasi PIN atau mengikuti petunjuk pelaku,” jelas seorang analis keamanan.
#GagalKeamanan #ATMKorban #PolisiBeraksi