Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi, menilai bahwa Sikap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raja sebagai tanda kedewasaan berpolitik. Dalam analisisnya, Junaedi mengatakan bahwa sikap Wapres Gibran tersebut menunjukkan kemampuan Gibran untuk berpikir dan bertindak secara lebih dewasa dalam menyikapi situasi politik.
Menurut Junaedi, keputusan Wapres Gibran untuk mengambil posisi yang lebih netral dalam beberapa isu politik kontroversial menunjukkan bahwa Gibran telah meningkatkan kemampuan berpikirnya sebagai seorang pejabat politik. “Sikap ini menunjukkan bahwa Gibran telah menjadi lebih dewasa dan tidak lagi terikat pada kepentingan pribadi atau kelompok,” ucap Junaedi.
Junaedi juga menjelaskan bahwa sikap Wapres Gibran tersebut dapat dianggap sebagai contoh bagaimana seorang pejabat politik harus berpikir dan bertindak dalam situasi yang penuh tekanan. “Gibran menunjukkan kemampuan untuk berpikir kritis dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari luar,” ucap Junaedi.
Dalam beberapa kesempatan, Gibran telah mengambil posisi yang lebih netral dalam beberapa isu politik kontroversial. Misalnya, ia tidak mengambil sisi apapun dalam kasus pengucapan kata-kata sensitif oleh seorang tokoh politik lainnya. Junaedi menilai bahwa keputusan tersebut menunjukkan bahwa Gibran telah menjadi lebih dewasa dan tidak lagi terikat pada kepentingan pribadi atau kelompok.
Namun, Junaedi juga mengingatkan bahwa sikap Wapres Gibran tersebut tidak berarti bahwa ia telah menjadi sempurna. “Gibran masih memiliki keterbatasan dan dapat melakukan kesalahan,” ucap Junaedi. “Tapi, secara keseluruhan, sikapnya menunjukkan kemampuan untuk berpikir dan bertindak lebih dewasa dalam politik.”
**#Politik #KedewasaanBerpolitik #GibranRakabumingRaja**