Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menuduh adanya dalang di balik beredarnya video-video hoax yang menyerupai demonstrasi. Hal ini dikemukakan dalam rapat paripurna anggota Komisi XIII DPR RI, Senin (27/2). Dalam pertemuan tersebut, Pareira mengatakan bahwa video-video tersebut tidak hanya sekadar beredar di media sosial, tapi juga telah mencapai tingkat keterpurukan yang signifikan.

Menurut Pareira, pihaknya telah menemukan beberapa bukti yang menjelaskan bahwa ada kepentingan jahat di balik terjadinya video-video hoax tersebut. “Kami menemukan bahwa beberapa orang telah terlibat dalam beredarnya video-video tersebut,” ujar Pareira. “Mereka tidak hanya sekadar membuat video, tapi juga telah melakukan kampanye untuk mempengaruhi opini masyarakat.”

Pareira mengklaim bahwa pihaknya akan terus menginvestigasi dan menemukan dalang di balik beredarnya video-video hoax tersebut. “Kami akan terus mencari tahu siapa yang sebenarnya membuat video-video tersebut,” ujar Pareira. “Kita tidak ingin masyarakat kita menjadi korban dari kebohongan dan kecurigaan.”

Pareira juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk menghadapi ancaman hoax di media sosial. “Kita harus siap melawan penyebar hoax,” ujar Pareira. “Kita tidak ingin masyarakat kita terkesan oleh beredarnya video-video yang tidak benar.”

Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi XIII DPR RI juga menyoroti pentingnya perluasan aturan hukum yang terkait dengan penyebar hoax di media sosial. “Kita harus membuat aturan yang jelas dan tegas,” ujar seorang anggota Komisi XIII DPR RI. “Kita tidak ingin masyarakat kita terkesan oleh beredarnya video-video yang tidak benar.”

#Hoax #MediaSosial #KomisiXIII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *