Pasar modal Indonesia kembali mendapatkan perhatian positif setelah diterbitkannya ulasan oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International). Berdasarkan hasil ulasan tersebut, Perkumpulan Analis Efek Indonesia (AEI) menilai bahwa momentum ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pasar modal negeri. “Kita berharap melalui ulasan MSCI, pasar modal Indonesia akan lebih kompetitif dan menarik investasi asing,” kata Ketua Umum AEI David Sutyanto dalam wawancara dengan portal online.
Ulasan MSCI yang dirilis pada akhir tahun 2022 tersebut berisi penilaian terhadap kinerja pasar modal beberapa negara, termasuk Indonesia. Hasil ulasan tersebut menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki potensi untuk menjadi lebih kompetitif dan menarik investasi asing. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar modal Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan, dengan indeks Composite Shariah-30 Index (CS30) mencapai level tertinggi sepanjang masa.
Penyebab kenaikan indeks CS30 tersebut antara lain karena keberhasilan perusahaan asing dalam masuk pasar modal Indonesia. Selain itu, kemudahan transaksi dan penyelesaian yang lebih cepat juga menjadi faktor positif. “Kita berharap momentum ini akan terus berlanjut, sehingga pasar modal Indonesia dapat menjadi lebih menarik bagi investor asing,” kata David Sutyanto.
Namun, AEI juga menginginkan bahwa pemerintah dan regulator harus lebih aktif dalam memberikan dukungan kepada pasar modal. “Kita membutuhkan dukungan yang kuat dari pemerintah dan regulator agar pasar modal Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif,” kata David Sutyanto.
Dalam konteks ini, AEI juga menginginkan perananaktif investor asing dalam menstabilkan pasar modal. “Kita berharap investor asing akan terus meningkatkan investasi di pasar modal Indonesia, sehingga dapat memperkuat kualitas pasar modal,” kata David Sutyanto.
**#PasarModal #InvestasiAsing #Kompetitif**